Pasien RSJ di Kota Bengkulu Sembuh 3 Featured

Sunday, 31 May 2015 00:00 Written by  Published in Testimoni Read 1365 times

Dalam riwayat yang lain juga dikatakan: “Penyakit ‘ain (kena mata) adalah benar, disertai syaitan dan hasad anak Adam” (HR. Bukhari, shahih). Penjelasannya hadis ini menunjukkan bahwa pada setiap orang ada syaitan-syaitan dari bangsa jin yang selalu mengawasi untuk menyakitinya.

Demikian juga setiap orang boleh menjadi sasaran hasad sehingga tidak ada seorangpun yang selamat dari ‘ain kecuali orang yang Allah melindunginya.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata; “Hasad adalah salah satu penyakit di antara penyakit-penyakit hati. Penyakit ini umum, yang mana tiada orang selamat darinya kecuali sedikit di antara manusia, sehingga dikatakan;

“Tidak ada jasad yang lepas dari penyakit hasad, akan tetapi seorang pencela menampakkannya sedangkan seorang mulia menyembunyikannya”.

Hasan Bashri pernah ditanya akan hal ini; “Apakah seorang mukmin memiliki penyakit hasad?” Dia menjawab; “Apakah kamu lupa dengan saudara-saudara Yusuf?

"Akan tetapi tahanlah hasad tersebut di dalam dadamu, sesungguhnya hasad tersebut tidak akan memudharatkanmu selama kamu tidak menampakkannya dengan tanganmu atau lisanmu” (terjemah kitab As Suluk karya Ibnu Taimiyah).

Ibnu Hajar juga berkata dalam menjelaskan hadis ‘penyakit ‘ain (kena mata) adalah benar. Hal ini kadang membingungkan sebagian manusia, mereka berkata, ‘Bagaimana ‘ain bekerja dari jauh sehingga bisa memudharatkan orang yang dilihat’.

Banyak orang yang menderita sakit dan kekuatan tubuhnya melemah hanya karena sebab dipandang, semua ini karena apa yang Allah ciptakan di dalam ruh (ruh setan) dari pengaruh dan karena sangat besarnya keterkaitannya dengan mata, maka dinasabkan kepada mata.

Sebenarnya yang memengaruhi bukan mata akan tetapi pengaruhnya dari ruh. Pandangan yang keluar dari mata orang yang melihat adalah anak panah secara maknawi, apabila mengenai badan orang yang tidak ada pelindungnya akan memengaruhinya.

Jika ada pelindungnya, anak panah tersebut tidak bisa menembus bahkan dikembalikan kepada pemiliknya sebagaimana anak panah sebenarnya (Fathul Bari 10/212).

Tidak hanya manusia saja yang dapat menderita penyakit ‘ain, bahkan jin dan syaitan juga dapat memengaruhi manusia dengan ‘ain yang mereka miliki. Ini sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri ra, ia berkata;

“Rasulullah pernah meruqyah memohon perlindungan dari mata jin kemudian dari mata manusia, kemudian setelah turun surat Al Falaq dan An Naas. Rasulullah mengambil dua surat ini dan meninggalkan selain itu” (HR. Turmudzi 2059).

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam...! Pusat Pengobatan Khusus Diabetes, Ginjal, Jantung, Skizofrenia, Medis & Non Medis (Gangguan Jin & Setan) | Anggrek Sari Blok G/2 Taman Baloi Batam Kota, Batam, Kepulauan Riau, Indonesia, 29463 | Call (+62) 812-6850-3533 & WA Only (+62) 813-2871-2147 | Didukung Yayasan An Nubuwwah Batam www.an-nunuwwah.or.id & CV. Rezeki Lumintu Abadi www.rezekilumintu.co.id | Daftar Online Klik Di Sini!