Pengobatan Nabawi Teruji Sampai Kini Featured

Monday, 17 September 2018 22:27 Written by  Published in Ilmiah Read 334 times

Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam yang menghilangkan penyakit, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Nya, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit. Semoga shalawat dan salam terlimpah atas Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam, keluarga, dan para sahabatnya.

Dalam kitab Ath Thibbu An Nabawi dijelaskan bahwa ada sebagian pengakuan yang bersifat pribadi mengenai tentang sebagian penyakit yang sulit diatasi oleh kedokteran modern.

Sebuah keterangan perihal pengobatan yang ditulis secara langsung oleh si penderita. Berangkat dari hal tersebut (pengakuan pribadi), maka kami sampaikan di sini tanpa mengubahnya kecuali sedikit sekali. Beberapa kaidah mengenai pengobatan nabawi telah disebutkan oleh as sunnah.

Dari Jabir bin Abdullah, Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda;

“Setiap penyakit ada obatnya. Jika obat menimpa penyakit, maka penyakit hilang dengan izin Allah” (HR. Muslim No. 4084)

Dari Abu Hurairah, dia berkata bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda;

“Allah tidak menurunkan penyakit melainkan menurunkan obatnya” (HR. Bukhari No. 5246)

Pengobatan nabawi bukanlah seperti pengobatan yang dilakukan para dokter, sebab pengobatan nabawi itu meyakinkan. Yakni sebuah kepastian, bersifat ilahi dan lahir dari wahyu dan misykat (pelita) kenabian serta kesempurnaan akal.

Sedangkan pengobatan selainnya sebagian besar adalah prakiraan, dugaan, dan eksperimen (percobaan). Tidak dimungkiri saat ini banyak orang sakit tidak memanfaatkan pengobatan nabawi.

Alasannya mereka yang mengambil manfaatnya hanyalah orang yang menerimanya dengan keridhaan, keyakinan, dan mengambil dengan penuh keimanan dan kepatuhan kepada Allah dan rasul-Nya.

Alquran ini yang merupakan obat bagi segala yang terdapat dalam dada (hati) manusia, jika tidak menerimanya sedemikian rupa, maka tidak akan menyembuhkan dada dari seluruh penyakitnya.

Pengobatan cara nabi (nabawi) termasuk obat-obatan yang menyembuhkan penyakit adalah sesuatu yang tidak diketahui oleh akal banyak pemuka dokter, tidak juga dicapai oleh ilmu, eksperimen, dan analogi mereka.

Di antara obat hati dan ruhani adalah kekuatan hati dan penyandarannya kepada Allah, tawakal, berlindung kepada-Nya, bersimpuh dan menangis di hadapan-Nya, merendah kepada-Nya, sedekah, doa, taubat, istighfar, berbuat baik kepada makhluk, membantu orang yang membutuhkan, dan melapangkan orang yang sedang kesusahan.

Obat-obat ini telah dicoba oleh berbagai umat dengan berbagai macam agamanya, ternyata mereka mendapati obat-obat tersebut memiliki pengaruh dalam penyembuhan yang tidak bisa dicapai oleh ilmu dokter yang paling ahli, eksperimen, dan analoginya.

Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengasihi dan menunjukkan banyak obat serta mengajarkan kepada kita cara-cara mengambil manfaat darinya. Sehingga kesembuhan terealisasi atas seizin Allah jika kita mengikuti tatakramanya dalam pengobatan.

Yaitu pengobatan yang Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam lakukan, beliau resepkan kepada orang lain dan beliau anjurkan. Karena di dalamnya terdapat hikmah yang tidak mampu dicapai oleh akal mayoritas kedokteran konvesional.

Prosentase pengobatan para dokter bila dibandingkan dengan pengobatan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah seperti prosentase pengobatan orang-orang yang lemah bila dibandingkan dengan pengobatan para dokter.

Hal ini telah diakui oleh cendikiawan dan pemuka mereka. Karena ilmu pengobatan yang mereka miliki, di antara mereka ada yang mengatakan bahwa ilmu pengobatan adalah analogi, eksperimen, ilham, mimpi atau dugaan yang benar.

Di mana posisi hal ini dan semisalnya dari wahyu yang diwahyukan Allah kepada Rasul-Nya tentang apa yang bermanfaat dan yang mudharat. Jadi prosentase pengobatan yang mereka miliki bila dibandingkan dengan wahyu ini seperti prosentase ilmu yang mereka miliki apabila dibandingkan dengan apa saja yang dibawa oleh para nabi.

Bahkan di sini terdapat obat-obat dari wahyu lalu kita mendapatinya memiliki pengaruh dalam penyembuhan yang tidak bisa dicapai oleh dokter yang paling pintar. Resep obat yang Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam berikan adakalanya bersifat khusus dan adakalanya bersifat umum atau menyeluruh.

Resep yang bersifat umum itu terdiri dari sejumlah sarana pengobatan. Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam menyifatinya tidak hanya khusus untuk penyakit tertentu tetapi untuk banyak penyakit.

Jenis-jenis Penyakit

Penyakit merupakan perubahan apa saja yang terlihat dari tingkat keseimbangannya baik secara fisik maupun non fisik dan meninggalkan hal-hal yang membahayakan secara zahirnya. Ibnu Qayyim mengatakan, penyakit itu ada dua macam;
1. Penyakit hati
2. Penyakit badan

Penyakit hati terbagi menjadi dua macam;
1. Syubhat dan keraguan
2. Syahwat

Penyakit syubhat dan keraguan sesuai dengan firman Allah Azza Wa Jalla;

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih disebabkan mereka berdusta” (QS. Al Baqarah 10)

Pada ayat lainnya;

“Dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” (QS. Al Mudatsir 31)

Penyakit Syahwat

Allah Azza Wa Jalla berfirman dalam surat Al Ahzab ayat 32;

“Hai istri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik” (QS. Al Ahzab 32)

Penyakit-penyakit Badan

Ini adalah ungkapan tentang keadaan yang keluar dari tabiat tubuh manusia yang wajar. Tubuh itu memiliki tiga keadaan yakni keadaan yang alami (wajar), keadaan yang pertengahan, dan keadaan yang keluar dari keadaan yang alami.

Pada keadaan pertama, badan dalam kondisi sehat. Pada keadaan kedua, tubuh berada di antara dua keadaan. Dan pada keadaan ketiga, badan dalam kondisi sakit.

Obat (Pengobatan)

Dari Jabir bin Abdullah dari Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam beliau bersabda;

“Setiap penyakit ada obatnya. Jika obat menimpa penyakit, maka penyakit hilang dengan izin Allah” (HR. Muslim No. 4084)

Manfaat dari Ath Thibbun Nabawi ini adalah untuk mengobati;

1. Penyakit Medis
Ginjal, stroke, vertigo, asma, jantung, diabetes, kolesterol, reproduksi, asam urat, saraf, peradangan, nyeri, darah tinggi/rendah, tumor/kanker, dan lainnya

2. Penyakit Non Medis
Sihir, pelet, terkena santet, kesurupan, atau gangguan gaib lainnya

3. Gangguan Mental
Psikiatrik, stres, takut berlebihan, kecemasan, mengatasi pikiran negatif, homoseks/lesbian, gagap bicara, depresi, suka menyendiri, mudah putus asa, tidak ada semangat, malas, tidak bisa konsentrasi, perasaan lemah, gangguan tidur, atau yang lainnya
 
Terapi penyakit dengan pengobatan nabi bisa dilakukan dengan cara;
1. Obat-obatan ilmiah
2. Obat-obatan alamiah
3. Ilahiyyah atau gabungan

Metode Pengobatan

Zaman modern saat ini, banyak dari kita melupakan amalan hikmah penyembuhan. Banyak yang bersandar pada pengobatan modern atau ilmu kedokteran sepenuhnya. Memang benar, penyakit medis haruslah diobati secara medis. Tetapi penyakit tertentu yang disebabkan oleh faktor non medis tidak dapat diobati secara medis.

Di antara contoh penyakit medis seperti gangguan asam urat, asma, darah tinggi/rendah, kencing manis (diabetes), epilepsi, impotensi, batu ginjal, jantung, prostat, gangguan usus, maag, gangguan syaraf atau yang lainnya.

Pengobatan non medis seperti ruq’yah shar’iyyah, bekam (hijamah), herbal dan makanan bergizi merupakan penyembuhan secara Islam yang terdapat dalam Alquran dan hadis. Tentu saja manfaatnya adalah menjaga dan meneruskan ilmu yang mendalam dan tersembunyi dari Alquran dan hadis.

Perlu kita ketahui, amalan penyembuhan ini tidak berurusan dengan penyebab penyakit tetapi dilakukan dengan cara berkomunikasi dengan sang penyebab penyakit atau sebagai sebab dari segala sebab yakni Allah Subhanahu Wata ‘Ala.

Pengetahuan manusia itu terbatas. Demikian juga pengetahuan seorang dokter atau seorang penyembuh. Meskipun dokter atau penyembuh memiliki keahlian dalam keilmuan medis, namun kadang juga tidak mampu membantu menyembuhkan.

Begitu juga dengan ahli-ahli dalam pengobatan non medis ini, sebagai manusia biasa hanya bisa mengajarkan proses pengobatan yang dimiliki melalui amalan yang telah dilestarikan selama ribuan tahun dalam Alquran dan hadis.

Amalan berguna ini tidak akan dilestarikan apabila tidak ada manfaat seperti yang disampaikan sampai sekarang. Bagi mereka yang yakin dengan penyembuhan ini, amalan ini bisa dilakukan seiring dengan ibadah sehari-hari, seperti salat dan puasa yang dijalani.

Bagi mereka yang belum yakin, ini pengetahuan yang sangat berharga. Karena tidak banyak orang yang tahu tentang pengobatan Islami ini. Anda juga mengetahui bahwa pada waktu sehat hendaklah bersyukur.

Tetapi banyak sekali orang yang tidak mengetahui bagaimana bersyukur yang benar. Bersyukur yang benar banyak caranya. Antara lain dengan menjaga kesehatan atau belajar ilmu kesehatan (pengobatan).

Sehingga apabila sewaktu-waktu diri kita atau orang lain sakit kita dapat menyembuhkan dengan penyembuhan secara Islami. Mengapa perlu amalan penyembuhan? Karena sebab penyakit itu berbeda maka sebab itu harus disembuhkan.

Bisa jadi sebab penyakit itu karena sebab medis, bisa jadi karena sebab non medis. Oleh karena itu pengobatan ini sangat penting. Sehingga perlu dilestarikan untuk tujuan kebaikan. Maka dengan itu, pengobatan nabawi sangat jelas membantu ilmu kedokteran. (Candra P. Pusponegoro berbagai sumber)

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam...! Pengobatan Diabetes, Ginjal, Jantung, Skizofrenia, Medis & Non Medis (Gangguan Jin/Setan/Sihir) & Lain-lain | Pelopor: #BEKAMSTERIL #BEKAMPISAUBEDAH #TIDAKPAKAIJARUM #TIDAKPAKAISILET | Alamat: Town House Anggrek Sari Blok G/2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Batam, Kepulauan Riau, Indonesia, 29463 | Call/SMS/WA (+62) 813-2871-2147 | Melayani Panggilan Antarkota Dalam & Luar Provinsi - Luar Negeri | Daftar Pasien Online Klik Di Sini!