Inilah Keajaiban Terapi Oksidan Featured

Sunday, 13 May 2018 20:14 Written by  Published in Ilmiah Read 536 times

Pengobatan bekam (terapi oksidan) semakin meramaikan dunia kesehatan di Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, di Amerika Serikat metode bekam sudah dilakukan oleh beberapa artis ternama di Hollywood. Di antaranya aktris Demi Moore dan Gwyneth Paltrow.

Termasuk Britney Spears yang pernah dibekam oleh Dokter Petra Zizenbacher dari Vienna Austria. Petra adalah ahli pengobatan herbal yang menerapkan metode bekam (cupping) dan lintah (leech therapy). Apa itu bekam? Pengobatan yang menawarkan penyembuhan berbagai macam penyakit. Harganya relatif terjangkau dari pengobatan medis konvensional.

Pengobatan bekam berasal dari Timur Tengah. Kata bekam sendiri merupakan terjemahan dari kata hijamah dalam Bahasa Arab yang merupakan asal kata dari al-hajmu yang berarti membekam. Pemaknaan al hijamah atau bekam diartikan sebagai penghisapan darah dengan alat menyerupai tabung. Yakni mengeluarkan darah dari permukaan kulit dengan penyayatan.

Dengan melakukan penghisapan atau vakumisasi maka terbentuklah tekanan negatif di dalam cawan atau kop. Sehingga terjadi drainase (pengaliran) cairan tubuh berlebih (darah kotor) disertai toksin. Selanjutnya bekam menghilangkan perlengketan atau adhesi jaringan ikat dan akan mengalirkan darah kaya oksigen (bersih) ke permukaan kulit dan jaringan otot yang mengalami stagnasi serta merangsang sistem syaraf perifer.

Berbekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah digunakan dalam mengobati berbagai kelainan penyakit. Seperti hemophilia, hipertensi, gout, reumatik arthritis, sciatica, back pain (sakit punggung), migrain, vertigo, anxietas (kecemasan) dan penyakit umum bersifat fisik, atau mental.

Bekam dibedakan melalui dua jenis, yakni bekam kering (hijamah jaffah) dan bekam basah (hijamah rotbah). Proses bekam kering hanya dilakukan penghisapan permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor. Bekam kering untuk melegakan sakit secara darurat. Bisa juga digunakan untuk meringankan kenyerian urat-urat punggung karena sakit rheumatik atau penyakit-penyakit penyebab kenyerian punggung.

Seringkali bekam jenis ini diaplikasikan kepada orang yang takut pisau bedah dan takut melihat darah. Kulit yang dibekam akan tampak merah kehitam-hitaman selama tiga hari atau sampai seminggu. Berbeda dengan bekam basah. Proses bekam jenis ini dilakukan setelah melakukan bekam kering kemudian dilanjutlan dengan menggores permukaan kulit dengan pisau bedah steril dengan kedalaman 0,09 milimeter.

Kemudian dihisap dengan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarkan darah. Darah yang keluar merupakan darah kotor. Lamanya setiap hisapan tiga sampai empat menit. Meskipun ilmu medis Timur sudah mengenal teknik cupping (kop), mereka melakukannya tanpa mengeluarkan darah. Ilmu medis Barat pun turut mengamini kemasyhuran teknik cupping yang sangat membumi.

Namun medis Timur dan Barat belum dapat menemukan manfaat dan tujuan dari pengeluaran darah yang terdapat pada terapi bekam. Berbalik alasan, justru yang dikhawatirkan adalah pengeluaran menjadi hal yang berbahaya atau tidak. Berbeda lagi dengan pernyataan peneliti dari Damaskus yang menyatakan terdapat manfaat kesehatan dari pengeluaran darah dari terapi bekam. Apakah manfaatnya?

Para pelaku medis dikejutkan pernyataan ilmuwan Damaskus, Muhammad Amin Syaikhu dalam artikel ilmiahnya yang luar biasa tentang terapi bekam dan rahasia umum tentang mekanisme kesembuhan yang diperoleh dari bekam. Yakni dibersihkannya tubuh dari darah rusak yang menghambat berjalannya fungsi-fungsi dan tugas-tugas tubuh secara sempurna. Sehingga tubuh menjadi mangsa empuk bagi berbagai penyakit.

Darah yang keluar melalui proses bekam dilihat dari hasil penelitian laboratorium darah. Berdasarkan penelitian itu, terlihat hal-hal sebagai berikut;

a. Bahwa darah bekam mengandung sepersepuluh kadar sel darah putih (lekosit) yang ada di dalam darah biasa. Hal tersebut terlihat dalam seluruh kasus yang diteliti, tanpa ada pengecualian. Fakta ini menunjukkan bahwa terapi bekam tetap melindungi dan sekaligus menguatkan unsur-unsur sistem kekebalan

b. Adapun eritrosit (sel darah merah), semua sel darah merah memiliki bentuk yang tidak normal, artinya sel-sel tersebut tidak mampu melakukan aktivitas. Di samping juga menghambat sel-sel lain yang masih muda dan aktif. Hal tersebut mengindkasikan bahwasanya proses bekam membuang sel-sel darah merah yang rusak dan darah yang tidak dibutuhkan lagi dengan tetap mempertahankan sel-sel darah putih di dalam tubuh

c. Kapasitas ikatan zat besi dalam darah bekam tinggi sekali (550 sampai 1.100), satu hal yang menunjukkan bahwa bekam mempertahankan zat besi yang ada di dalam tubuh tidak ikut keluar bersama darah yang dikeluarkan dengan bekam sebagai awal penggunaan zat besi tersebut dalam pembentukan sel-sel muda yang baru. Apa respons dari medis Barat tentang khasiat bekam?

Akhir-akhir ini penelitian tentang metode bekam atau cupping banyak dilakukan. Penelitian meliputi mekanisme penyembuhan, cara kerja, dan manfaat kesehatan dari bekam. Salah satu penelitian yang mengemuka yang dilakukan oleh Dokter Amir Muhammad Sholih. Dia adalah dosen tamu di Universitas Chicago Amerika Serikat.

Amir pernah meraih penghargaan di Amerika Serikat bidang pengobatan natural dan bagian dari anggota Organisasi Pengobatan Alternatif di Amerika Serikat. Menurut Amir, bekam sedang dan sudah dipelajari pada kurikulum kedokteran di Amerika. Ini dilatarbelakangi dengan fenomena pengobatan bekam yang terbukti bermanfaat. Alasannya orang yang melakukan pengobatan dengan bekam dirangsang pada titik saraf tubuh seperti halnya pengobatan akupuntur.

Yang membedakan terapi bekam dengan terapi akupunktur adalah pada terapi tusuk jarum reaksi yang dihasilkan hanyalah sebatas perangsangan. Sedangkan terapi bekam selain proses perangsangan terjadi juga proses pergerakan aliran darah. Demikian halnya dengan dokter Ahmad Abdus Sami, Kepala Divisi Hepatologi Rumah Sakit Angkatan Darat Mesir.

Ia mengemukakan riset membuktikan pembuangan darah dalam bekam mampu memulihkan reaksi pengobatan menjadi lebih cepat. Sehingga bekam bisa diterapkan sebagai terapi pendamping pengobatan medis. Hasil percobaan yang pernah dilakukan dokter Amir kepada pasien terinveksi virus Hepatitis C dan memiliki kadar besi cukup tinggi dalam darahnya.

Setelah pasien diterapi bekam dan diberi obat interferon dan riboviron memiliki reaksi positif dan kekebalan meningkat. Padahal sebelum dibekam reaksi terhadap obat tersebut hampir tidak bereaksi. Walau demikian, masih sedikit sekali informasi yang dapat mendukung terapi alternatif bekam dari aspek medis. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai efek samping yang dapat ditimbulkan dari terapi tersebut.

Tetap dianjurkan para pasien yang berminat untuk menjalani pengobatan bekam untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter. Sebab di samping pengobatan pada klinik yang menyediakan layanan terapi bekam mendapatkan porsi kepercayaan masyarakat untuk menjadi bagian proses pengobatan penyakit.

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam...! Pengobatan Diabetes, Ginjal, Jantung, Skizofrenia, Medis & Non Medis (Gangguan Jin/Setan/Sihir) & Lain-lain | Pelopor: #BEKAMSTERIL #BEKAMPISAUBEDAH #TIDAKPAKAIJARUM #TIDAKPAKAISILET | Alamat: Town House Anggrek Sari Blok G/2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Batam, Kepulauan Riau, Indonesia, 29463 | Call/SMS/WA (+62) 813-2871-2147 | Melayani Panggilan Antarkota Dalam & Luar Provinsi - Luar Negeri | Daftar Pasien Online Klik Di Sini!